Sejarah Perjalanan Pembayaran Elektrik Terdahulu

Sejarah Perjalanan Pembayaran Elektrik Terdahulu

Selama ini, kami mengenal fulus tunai sebagai instrumen proses pembayaran yang sering kami manfaatkan sehari-hari. Ada fulus kertas dan koin yang sering kami manfaatkan sementara melakukan pembelian barang atau melakukan pembelian barang apapun. Namun, keberadaan fulus semakin tergeser bareng dengan kehadiran pembayaran non tunai. Kini, muncul pelbagai fintech yang menawarkan proses pembayaran non tunai bareng dengan pelbagai fitur menggiurkan yang memikat semua pelanggan.

Sejarah Perjalanan Pembayaran Elektrik Terdahulu

Selanjutnya fulus primitif jadi dipakai sekitar tahun 1200 SM dan berwujud cangkang kerang atau cangkang fauna lainnya. Orang Tionghoa jadi memproduksi imitasi kerang cowrie yang tercipta berasal dari logam dan tembaga. Sekitar tahun 100 SM, potongan kulit rusa putih bareng dengan ukuran dan diberi beragam style warna tergolong dulu dipakai sebagai perangkat pembayaran.

Digital payment ialah tidak benar satu jenis kartu payment terbaru yang sekarang sedang naik daun. Namun, transaksi digital telah dimulai lebih mula lagi, yakni pembayaran bareng dengan kartu debit dan kredit. Banyak yang menyakini rencana kartu kredit sudah muncul melewati novel Looking Backward terhadap tahun 1887. Meski, tidak secara eksplisit menyebut kartu kredit, tetapi rencana yang dikisahkan punya kesetaraan dan pun kesamaan bareng dengan kartu debit yang kami kenal sekarang.

Perkembangan proses pembayaran tunai ke non tunai

Pada awalnya, orang-orang manfaatkan fulus tunai sebagai instrument pembayaran layaknya fulus kertas dan koin. Hingga kini, instrument pembayaran selanjutnya selalu dipakai sampai sekarang dimanapun. Selain fulus kertas, terdapat instrumen pembayaran lainnya yang termasuk dipakai layaknya transfer elektronik atau proses transfer antar bank yang biasa dilakukan pada link sbobet saat ingin bermain judi bola. Ada tergolong yang manfaatkan kartu kredit dimana, instrument ini hadir sekitar tahun 90an menurut information berasal dari Bank Indonesia.

Perkembangan proses transfer elektronik dan kartu kredit yang digemari tidak sedikit orang membawa akibat bank-bank punya minat untuk mengerjakan bisnis tersebut. Hasilnya, tersedia tidak sedikit tawaran kartu kredit bareng dengan pelbagai keunggulan.

Perkembangan Sistem Pembayaran Saat Ini

Dinamika kehidupan warga dewasa ini, telah mencetuskan pola analisis baru yang ikut berkembang seiring bareng dengan peradaban zaman. Ketika mekanisme pembayaran dituntut untuk tidak jarang kali mengakomodir setiap keperluan penduduk di dalam urusan pemindahan dana secara cepat, aman dan efisien, maka inovasi-inovasi teknologi pembayaran semakin berlahiran bersama dengan amat pesat. Bank Indonesia dituntut untuk tidak jarang kali meyakinkan bahwa setiap pertumbuhan proses pembayaran perlu tidak jarang kali berada terhadap koridor ketetapan yang berlaku. Hal ini tentu saja demi kelancaran dan ketenteraman jalannya pekerjaan proses pembayaran.​

1983 – Ide fulus elektronik kesatu kali diajukan

Pada awalnya, rencana fulus elektronik sekedar sebuah gagasan. Adalah David Lee Chaum yang tadinya mengemukakan ide berkaitan digital cash di dalam makalah penelitiannya. Usulan berasal dari Chaum ini memungkinkan warga punya fulus secara digital melewati bank dan membelanjakannya secara offline. Pada 1988 bareng dengan Amos Fiat dan Moni Naor, ia mengembangkan gagasan ini guna memungkinkan transaksi offline manfaatkan fulus elektronik yang dapat dideteksi dan dilacak.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *